ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405CA) hadir sebagai laptop ultrabook premium yang menggabungkan desain super tipis, layar OLED berkualitas tinggi, dan performa prosesor Intel Core Ultra terbaru. Laptop ini menyasar pengguna profesional, kreator ringan, hingga pekerja mobile yang butuh perangkat ringkas tapi tetap bertenaga.
Dengan bobot hanya 1,2 kg dan ketebalan 14,9 mm, Zenbook 14 OLED jelas mengunggulkan portabilitas. Tapi pertanyaannya, apakah performanya tetap aman dipakai di kondisi panas khas Indonesia?
Spesifikasi Utama ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405CA)
Prosesor: Intel Core Ultra 5 225H (Max TDP 28W)
GPU: Intel Arc Graphics (iGPU)
RAM: 16 GB LPDDR5 (soldered)
Storage: 1 TB NVMe PCIe 4.0 SSD
Read: 6.974 MB/s
Write: 5.740 MB/s
Layar: 14 inci OLED 2K (1980 x 1200), 60Hz
Color Gamut: 100% sRGB & 100% DCI-P3
Brightness: 377 nits
Baterai: 75 Wh
Charger: 65W
Sistem Pendingin: Single fan + single heat pipe
Berat: 1,2 kg
Performa: Stabil dan Konsisten di Suhu Panas
Dalam pengujian Cinebench R23, ASUS Zenbook 14 OLED mencatatkan skor:
Multi-core: 11.582
Single-core: 2.028
Yang menarik, seluruh pengujian dilakukan di suhu ruangan 34–37°C tanpa AC. Ini penting, karena mencerminkan kondisi nyata mayoritas pengguna di Indonesia.
Hasilnya?
Performa tetap stabil, tanpa throttling ekstrem. Prosesor Intel Core Ultra 5 225H dengan TDP 28W masih sanggup menjaga performa berkelanjutan, meskipun sistem pendinginnya hanya mengandalkan single fan dan single heat pipe.
Untuk kebutuhan seperti:
multitasking kerja,
editing foto ringan,
coding,
hingga content creation non-berat,
laptop ini masih terasa responsif dan konsisten.
Intel Arc Graphics: iGPU yang Akhirnya Layak
Intel Arc Graphics di Zenbook 14 OLED terasa jauh lebih matang dibanding generasi Intel iGPU lama. Untuk:
editing video ringan,
desain grafis,
bahkan gaming e-sports ringan,
iGPU ini masih bisa diandalkan selama ekspektasinya realistis.
Storage Super Ngebut & RAM Aman untuk Jangka Panjang
SSD PCIe 4.0 1 TB dengan kecepatan hampir 7 GB/s bikin:
booting super cepat,
loading aplikasi instan,
transfer file besar tanpa drama.
RAM 16 GB LPDDR5 memang tidak bisa di-upgrade, tapi kapasitas ini masih sangat relevan untuk 3–4 tahun ke depan untuk kelas ultrabook.
Baterai: Salah Satu yang Terbaik di Kelasnya
Dengan baterai 75 Wh, Zenbook 14 OLED termasuk sangat unggul untuk ukuran laptop 14 inci super tipis. Dipakai kerja normal, laptop ini bisa tembus seharian penuh, dan charger 65W-nya juga relatif ringkas buat dibawa mobile.
Layar OLED: Kualitas Warna Nyaris Sempurna
Sektor layar jadi salah satu nilai jual terkuat laptop ini.
Hasil pengujian menunjukkan:
Average Delta E: 1,07
Maximum Delta E: 2,42
Ini artinya akurasi warna sudah masuk kategori profesional, bahkan tanpa kalibrasi tambahan. Cocok banget buat fotografer, desainer, dan kreator konten.
Walau brightness mentok di 377 nits, masih aman untuk penggunaan indoor dan semi-outdoor, meski bukan yang paling terang di kelas premium.
Pendapat & Analisa Jujur
Sekarang bagian paling jujurnya.
Yang Gue Suka
✔ Desain tipis & ringan, benar-benar enak dibawa
✔ Layar OLED dengan akurasi warna tinggi
✔ Performa stabil meski dites di suhu panas tanpa AC
✔ SSD super cepat
✔ Baterai awet banget
Yang Perlu Lu Tahu
✖ Sistem pendingin bukan buat beban berat lama
✖ RAM soldered, nggak ada opsi upgrade
✖ Refresh rate masih 60Hz
✖ Brightness OLED belum tembus 400 nits
Kesimpulan Jujur
ASUS Zenbook 14 OLED UX3405CA bukan laptop buat ngejar performa mentah, tapi laptop produktif, stabil, dan realistis buat kondisi pemakaian Indonesia.
Kalau lu:
kerja mobile,
sering multitasking,
peduli layar bagus,
dan butuh laptop yang tetap adem & konsisten di ruangan panas,
ini salah satu Zenbook paling masuk akal saat ini.
Tapi kalau fokus lu:
rendering berat,
gaming serius,
atau kerja full load berjam-jam,
lu sebaiknya lirik laptop dengan dual fan atau GPU diskrit.

